Luar Negeri

Wamenlu Turki: Negara-negara Islam harus satukan suara

Wamenlu Turki: Negara-negara Islam harus satukan suara

Kamis, 6 Desember 2018 19:07 WIB

Organization of Islamic Cooperation (OIC). (oic-oci.org)

Jakarta (ANTARA News) – Wakil Menteri Luar Negeri Turki Yavuz Selim Kiran mengatakan bahwa negara-negara Islam, yang berada di bawah Organisasi Kerjasama Islam (OKI), harus menyatukan suara dan memiliki visi bersama.

Hal tersebut dikatakan Wamenlu Yavuz Selim Kiran terkait berbagai konflik dan tragedi kemanusiaan yang akhir-akhir ini terjadi, dalam Konferensi Negara Anggota OKI untuk Mediasi kedua yang diselenggarakan di Istanbul, Turki, pada 29 November lalu.

“Dunia kita telah melihat banyak pertumpahan darah dan air mata. Peperangan di Suriah telah memasuki tahun ke delapan. Ribuan masyarakat kehilangan nyawanya, sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi,” kata Yavuz.

Ia juga mengatakan bahwa konflik di Yaman dan Afghanistan yang tak kunjung berakhir terus memakan korban. Tak hanya mengganggu kedamaian di negara-negara Islam tersebut, peperangan juga menyebabkan ketidakstabilan yang semakin jauh di kawasan.

“Fakta nyata bahwa dunia sedang mengalami jumlah orang yang terlantar secara paksa, sejak Perang Dunia kedua, menunjukkan bahwa kita harus bekerja lebih keras bersama,” katanya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat dari negara anggota OKI harus memperkuat hubungan dan kepercayaan satu sama lain, agar tak ada keburukan atau niat jahat yang dapat merenggangkan kerjasama antar negara Islam itu.

“Buat baris lurus, berdiri bahu-membahu dan tutup celah yang ada, jangan tinggalkan ruang untuk setan,” katanya mengutip salah satu hadits Nabi Muhammad SAW.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa konflik yang tengah terjadi di berbagai negara memang begitu pelik, dan mengharapkan krisis tersebut untuk dapat diselesaikan oleh pihak lain bukanlah harapan yang realistis.

Oleh karena itu, Yavuz meyakini bahwa negara-negara Islam harus bekerja keras untuk menyatukan suara dan objektif, karena hal itu dapat menjadi kunci untuk mempermudah proses penyelesaian konflik dan fokus pada potensi yang ada.

“Sangatlah menyedihkan ketika kita melihat komunitas Islam yang tampak hancur karena kemiskinan, terorisme dan konflik. Namun, seperti yang kita semua ketahui, cahaya naik dari timur,” pungkasnya.
Baca juga: Negara OKI hadapi tantangan sediakan obat-vaksin halal
Baca juga: Pertemuan OKI sepakati Deklarasi Jakarta

Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

  • TAGS:
  • OKI
  • Turki
  • konflik

Berita Terkait

Mediasi salah satu kunci hadapi masalah perdamaian

6 Desember 2018 20:31

Erdogan katakan tak bermaksud merusak Kerajaan Saudi soal Khashoggi

2 Desember 2018 18:10

Menlu Turki tekankan pentingnya mediasi dalam penyelesaian konflik

30 November 2018 14:13

Dukungan Trump kepada Pangeran Saudi sulitkan Turki

30 November 2018 10:28

Polisi geledah vila di Turki dalam kasus Khashoggi

26 November 2018 22:44

Empat tentara Turki tewas akibat kecelakaan helikopter di Istanbul

26 November 2018 22:26

Turki kemungkinan minta PBB selidiki pembunuhan Khashoggi

21 November 2018 12:54

Kemenlu: kerja sama OKI bidang obat-obatan penting

19 November 2018 20:17

Turki promosikan kebijakan luar negeri aktif dan humanis

19 November 2018 11:14

Pentagon mengaku danai program perburuan UFO

17 Januari 2008 22:21

Komentar

Kirim ×

Login

Username Password Tetap masuk Masuk Belum Daftar? Registrasi Login Dengan FACEBOOK TWITTER GOOGLE Tutup
Sumber: ANTARA

Show More

Related Articles

Close