Luar Negeri

Menlu Palestina kecam ICC karena menunda pemeriksaan atas Israel

Menlu Palestina kecam ICC karena menunda pemeriksaan atas Israel

Kamis, 6 Desember 2018 10:34 WIB

Menteri Luar Negeri Palestina Riad al-Malki (tengah) meninggalkan Pengadilan Tindak Pidana Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda, Selasa (5/8). Setelah bertemu dengan jaksa penuntut di Pengadilan Tindak Pidana Internasional Al-Malki mengatakan adanya "bukti yang jelas" bahwa Israel melakukan kejahatan perang di Gaza. (ANTARA FOTO/REUTERS/Toussaint )

Den Haag, Belanda, (Antara/Anadolu-OANA) – Menteri luar negeri Palestina pada Rabu (5/12) mengecam Mahkamah Pidana Internasional (ICC) karena kelambanannya dalam menyelidiki Israel sehubungan dugaan kemungkinan kejahatan perang terhadap rakyat Palestina.
Ketika berbicara dalam pembukaan Sidang Ke-17 Konferensi Pihak Negara di ICC di Den Haag, Belanda, Riyadh Al-Maliki menyatakan ICC telah melakukan penyelidikan awal mengenai kemungkinan kejahatan perang di wilayah Palestina yang diduduki. Tapi ia mengatakan berlanjutnya penundaan penyelidikan akan membahayakan kredibilitas lembaga dunia itu.
"Berapa banyak rumah orang Palestina akan dihancurkan, keluarga diusir, orang Palestina disiksa dan anak-anak dibunuh oleh kekuatan pendudukan Israel sebelum ICC melakukan penyelidikan terhadap mereka?" demikian Al-Maliki mempertanyakan.
Ia menarik perhatian mengenai kegagalan ICC untuk menghukum pejabat senior Israel kendati empat tahun berlalu sejak penyelidikan awalnya, demikian laporan Kantor Berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.
"Orang Palestina yang menjadi korban telah menunggu cukup lama untuk memperoleh keadilan," kata Al-Maliki.
"Setiap penundaan penyelidikan adalah penundaan untuk membawa keadilan dan memberi kekebalan kepada penguasa pendudukan dan waktu lebih banyak untuk melakukan kejahatan hariannya," kata Al-Maliki kepada Jaksa Penuntut Umum ICC Fatou Bensouda.
Pada Desember 2014, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menandatangani Konvensi Roma dan lampiran yang berkaitan dengan ICC –yang menerima baik permintaan Palestina untuk menjadi anggota mahkamah internasional tersebut pada April 2015.
Selama sembilan bulan belakangan ini, rakyat Palestina di Jalur Gaza telah melancarkan demonstrasi rutin di sepanjang zona penyangga Jalur Gaza-Israel guna menuntut hak mereka untuk pulang ke rumah mereka di Palestina, yang bersejarah, tempat leluhur mereka diusir pada 1948.
Mereka juga menuntut diakhirinya 12 tahun blokade Israel atas Jalur Gaza, yang telah menghancurkan ekonomi daerah kantung itu dan melucuti banyak komoditas dasar dua juta warganya.
Sejak protes dimulai pada 30 Maret, lebih dari 210 orang Palestina telah gugur dan ribuan lagi cedera oleh tentara Israel yang ditempatkan di sepanjang wilayah mereka di zona penyangga tersebut.
penyunting: Chaidar Abdullah

Pewarta: Antara/Anadolu
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2018

  • TAGS:
  • Palestina
  • ICC
  • israel

Berita Terkait

Peraih Nobel: Israel terus serbu wilayah Palestina

6 Desember 2018 10:37

Presiden Palestina bahas masalah Timur Tengah dengan Paus di Vatikan

4 Desember 2018 10:24

Puluhan orang berdemonstrasi di Gaza untuk menentang perpecahan internal Palestina

4 Desember 2018 09:43

Israel hentikan kerja sama keamanan dengan Palestina

30 November 2018 10:50

FPPP: Indonesia harus konsisten perjuangkan kemerdekaan Palestina

30 November 2018 04:45

raja jordania: permukiman yahudi gagalkan penyelesaian dua-negara

29 November 2018 23:29

Prabowo dinilai paham posisi politik Indonesia terhadap Israel

26 November 2018 13:23

JK: Wajar pernyataan Prabowo soal pemindahan Kedubes Australia ke Yerusalem

23 November 2018 18:33

Menteri Israel desak pemboikotan Airbnb, namun promosi Booking.com

21 November 2018 19:32

Pentagon mengaku danai program perburuan UFO

17 Januari 2008 22:21

Komentar

Kirim ×

Login

Username Password Tetap masuk Masuk Belum Daftar? Registrasi Login Dengan FACEBOOK TWITTER GOOGLE Tutup
Sumber: ANTARA

Show More

Related Articles

Close