Maluku & Papua

Miras Dinilai Jadi Penyebab Tingginya Kejahatan di Timika

TIMIKA, iNews.id – Para pengusaha minuman keras (miras) diminta menghentikan dulu penjualan mereka selama bulan Desember. Tujuannya untuk menurunkan angka kejahatan dan menjaga keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Saya minta di bulan Desembar jangan ada pengusaha yang menjual miras, ini untuk menjaga Kamtibmas bersama," kata anggota Komisi A DPRD Kabupaten Mimika, Markus Timang di kantor Gedung DPRD Mimika, Papua, Jumat (23/11/2018).
Menurut dia, banyak kasus kejahatan yang terjadi di Kabupaten Timika, dilatarbelakangi karena pelakunya tengah mabuk. Seperti penikaman, jambret, kekerasan rumah tangga (KDRT), dan kecelakaan lalu lintas.

BACA JUGA:

Tolak Tawaran Miras dari Temannya, Pria di Manado Tewas Ditikam Badik

Janda Muda Diperkosa 4 Pemuda Usai Pesta Miras di Gianyar Bali

Dampak karena menenggak miras cukup besar belakangan ini. Karena itu, ia menekankan, supaya toko-toko yang menjual miras harus tutup sementara, khususnya pada Desember besok.
"Desember adalah bulan yang tenang bersama keluarga, apalagi mau hari raya (Natal) nanti," tuturnya.
Markus menegaskan, jika permintaan dari DPRD tidak diindahkan para pengusaha miras, maka pihaknya akan bersikap tegas. Bisa jadi dengan menutup paksa toko-toko tersebut.
"Jangan hanya pikir keuntungan. Karena, sebagai orang Papua tentunya menginginkan daerahnya aman dari segala bentuk kejahatan," ungkapnya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Sumber

Baca Selengkapnya

Berita Terkait

Back to top button