Kalimantan

Hotel di Samarinda Dilarang Fasilitasi LGBT

SAMARINDA,iNews.id – Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Timur (Kaltim) menginstruksikan seluruh hotel dan restoran untuk tidak memberikan fasilitas khusus kepada Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Hal demikian untuk menekan kaum LGBT merayakan pergantian malam tahun baru 2018.
Sekretaris PHRI Kaltim Zulkifli mengatakan, pihaknya sikap tegas diambil oleh PHRI Kaltim untuk mengantisipasi adanya kegiatan atau pesta dalam bentuk apapun yang dilakukan kaum LGBT.
"Untuk pelanggaran tindak asusila antara pria dan wanita saja, PHRI telah melakukan penerapan larangan keras, apalagi untuk tindak asusila yang menyimpang," kata Zulkifli, Rabu (27/12/2017).
Dalam waktu dekat, kata dia, PHRI akan segera berkoordinasi dengan pihak hotel dan restoran di sejumlah tempat di Samarinda. “Mengantisipasi LGBT merayakan tahun baru, kami akan mengeluarkan surat edaran untuk manajemen hotel dan restoran,” ujarnya.
Hal senada dikatakan, Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Samarinda, Wied Paramartha. Dia mengatakan, tidak takut merugi lantaran kehilangan tamu di tahun baru.
"Setiap usaha memang mengejar sisi keuntungan, namun kami yang tergabung di IHGMA telah sepakat bahwa sisi moral kemasyarakatan harus tetap menjadi pertimbangan dalam melaksanakan usaha," kata Paramartha.

Dia mengaku, setiap hotel dan restaurant memiliki standarisasi terhadap pengawasan terhadap aktivitas para tamu pengunjung. Semua itu bertujuan agar ruang gerak kaum LGBT untuk merayakan tahun baru dapat diperkecil.
“Kami sudah sepakat satu suara, tapi tetap ada saja kelompok LGBT merayakan tahun baru di sebuah hotel secara sembunyi-sembunyi. Itu yang sulit diantisipasi,” tuturnya.
Kepala Dinas Pariwisata Samarinda Muhammad Faisal mengatakan akan segera melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait. Menurut dia, seharusnya larangan perayaan tahun baru yang dilakukan kaum LGBT harus diterapkan di sejumlah tempat.
"Saya akan menghadap Pak wali kota untuk memperluas sosialisasi larangan kegiatan LGBT ini ke wilayah kecamatan dan kelurahan di Samarinda," jelasnya.

Editor : Dony Aprian

Sumber

Show More

Related Articles

Close